PERTANYAAN SEPUTAR

DATA RECOVERY

MENGENAL OPERASIONAL HARD DISK DRIVE (MECHANICAL)

“Hard Disk Drive” (HDD) atau “Hardisk” adalah media penyimpanan digital yang sangat umum dan paling banyak digunakan untuk kebutuhan penyimpanan data digital, baik itu untuk Notebook, Laptop, Desktop PC/Mac, External Portable Disk, maupun Servers dan NAS/SAN unit. Hard Disk juga ditemukan di dalam berbagai perangkat elektronik seperti console gaming (PlayStation/XBOX), CCTV/DVR, dan alat industri lainnya.
 
Berbeda dengan SSD (Solid State Drive) yang hanya berisikan komponen elektronik; komponen bagian dalam Hard Disk bersifat mekanis artinya pengoperasian unit membutuhkan komponen internal yang selalu bergerak saat operasional. Ada empat (4) bagian utama dalam sebuah harddisk secara fisik :
  1. Media penyimpanan data (disk platter) dan motor yang berputar dengan kecepatan rotasi sesuai spesifikasi, pada umumnya Hard Disk Desktop beroperasi pada 7200 RPM, hard disk notebook & external disk beroperasi pada 5400 RPM, Hard Disk NAS pada 5900 RPM, dan Hard Disk server bisa mencapai 10-15000 RPM.
  2. Alat Pembaca-Penulis data (headstack assembly) yang berfungsi untuk membaca dan menulis data pada disk platter; dikontrol oleh komponen elektronik dari PCB (circuit board) yang berada di bagian dalam & luar hard disk – yang diatur oleh software hardware internal yang biasa disebut Firmware atau Loader/Controller.
  3. Elektronik Board (PCB) yang berfungsi untuk menyediakan dan mengatur arus listrik dan daya untuk memutarkan disk platter serta sebagai komponen interface (penghubung) antara komputer dengan harddisk
  4. Casing yang berfungsi sebagai wadah dan motor untuk memutar disk platter dikendalikan oleh PCB yang diatur dalam software internal hard disk atau firmware.

Setelah mengenal lebih dekat cara kerja Hard Disk, dapat disimpulkan bahwa Hard Disk Drive adalah  sebuah kesatuan unit yang kompleks; terdiri dari berbagai komponen baik yang bersifat elektonik, mekanikal, dan firmware serta software yang seluruhnya harus dalam kondisi optimal untuk dapat beroperasi dengan layak.

Proses data recovery mencakup pengembalian atau pengambilan data dari media yang dikategorikan lemah, rusak atau tidak beroperasi dengan baik sehingga tidak dapat diakses secara normal oleh pengguna. Proses data recovery dapat mencakup perbaikan media secara firmware, fisik, elektronik, ataupun software hingga data dapat diakses dan diselamatkan dengan cara disalin kembali ke media lain. Dalam beberapa kasus, media yang rusak dapat diperbaiki hingga dapat beroperasi kembali dengan normal.
 
Data recovery berbeda dengan Sistem Recovery maupun Reparasi Media. Pada umumnya, media yang rusak hanya akan diperbaiki hingga media tersebut dapat digunakan untuk penyelamatan data, namun media tersebut tidak dapat atau tidak direkomendasikan untuk digunakan kembali oleh pengguna. Oleh karena itu, data yang diselamatkan harus segera di copy/salin ke media yang berbeda dari media awal yang rusak. Sedangkan proses sistem recovery mencakup instalasi kembali operating sistem seperti Windows/Linux dan program-program yang terdapat didalamnya sebelum media tersebut rusak.
 
Proses pengerjaan Recovery pada Hard Disk modern BUKAN dengan cara instant seperti mengeluarkan disk platter (media penyimpanan data) serta membaca dengan alat khusus; karena sistem penyimpanan pada disk platter pada berbagai model dan pabrik berbeda-beda sehingga alat universal seperti itu saat ini tidak (belum) tersedia.
 
Proses Recovery data dari sebuah Hard Disk dapat mencakup berbagai pengerjaan seperti:
    • analisa kerusakan yang tepat
    • perbaikan dan penggantian komponen fisik
    • perbaikan elektronik
    • perbaikan/restorasi firmware
    • analisa logical Filesystem (software) dan lainnya

Pada umumnya, jika hard disk anda tidak beroperasi dengan optimal atau memiliki karakteristik yang tidak umum, kemungkinan hard disk tersebut akan rusak. Karakteristik tersebut seperti:

    • Mengeluarkan bunyi aneh walaupun sangat kecil (clicking / knocking sound)
    • Sangat lambat dalam membaca atau menulis data
    • Sering “crash” atau mengeluarkan warning seperti “I/O error” atau “Read Timeout”
    • Kapasitas dan model yang salah terdeteksi di sistem atau BIOS
    • Partisi tidak terdeteksi atau tiba-tiba hilang (RAW Partition / minta di “format”)
    • “SMART” status memberikan Warning sign pada waktu start-up proses
    • Folder atau files yang tiba-tiba tidak bisa di akses atau menghilang


Bila memungkinkan, segera backup data anda jika hard disk / media anda mengalami hal tersebut. Apabila sudah tidak memungkinkan untuk melakukan backup data, segera matikan sistem (komputer/laptop) dan keluarkan/cabut hard disk/media dan simpan di tempat aman. Hindari mengutak-atik hard disk untuk menghindari kerusakan lebih lanjut apabila ingin menyelamatkan data yang tersimpan di hard disk tersebut.

Jangan panik.. yang perlu anda perhatikan adalah :

    • Hindari penggunaan hard disk seperti copy data atau menulis data baru, termasuk install recovery software di hard disk tersebut.
    • Hindari penggunaan software untuk scan, partisi atau recovery data. Hard disk perlu di evaluasi untuk memastikan jenis kerusakan; penggunaan software berlebih akan membebani kinerja komponen hard disk yang dapat menyebabkan kerusakan lebih lanjut
    • Segera matikan komputer dan cabut hard disk dari komputer/sistem
    • Hindari mengutak-atik hard disk seperti mengganti PCB/circuit board, memanaskan atau mendinginkan hard disk di freezer, format ulang partisi, dan lainnya.
    • PENTING! Hindari membuka internal komponen atau membongkar isi hard disk sebab akan merusak data dan jauh memperkecil kemungkinan untuk recovery data!
    • Simpan hard disk di tempat yang aman dan tertutup
    • Hubungi kami untuk mendapatkan evaluasi kerusakan hard disk
Hard disk yang mengalami kerusakan tidak sengaja yang bersifat software seperti : Folder atau files yang tidak sengaja ter-delete, dan Partisi yang menjadi hilang saat menginstall ulang/upgrade Windows – pada umumnya data masih bisa diselamatkan. 
Namun, apabila anda sudah menginstall dan coba untuk recovery data sendiri menggunakan software dan tidak berhasil, ada beberapa kemungkinan penyebab gagal seperti :
    • Tehnik recovery yang salah misalnya meng-install software recovery di hard disk yang sama
    • Ada kerusakan lain seperti kerusakan internal, firmware, ataupun fisik yang tidak terdeteksi secara software.
​Intinya, apabila sudah di coba untuk recovery sendiri namun tidak berhasil, kemungkinan recovery data menjadi lebih kecil karena ada kemungkinan data sudah rusak dan tidak bisa direcovery khususnya apabila ditangani dengan tehnik/prosedur yang salah. Menggunakan software recovery juga akan memberatkan beban performa pada komponen internal apabila harddisk sudah mengalami degradasi (kerusakan internal, fisik) dan mengakibatkan kerusakan yang lebih fatal.
 
Maka dari itu, kami selalu menyarankan bagi anda yang mengalami kerusakan walaupun hanya “terformat” atau “terdelete” untuk tidak mencoba-coba atau mengutak-atik dengan software recovery kecuali anda sudah benar-benar mengerti resiko dan cara penanganan yang benar.  ​
Hard disk yang tidak terdeteksi di dalam BIOS atau pada saat komputer dinyalakan biasanya menandakan kerusakan yang bersifat internal atau fisik (elektrikal maupun mekanikal).
Apabila hard disk tersebut menyala dan berputar, kemungkinannya adalah kerusakan firmware ataupun kerusakan internal komponen seperti head atau media yang rusak. Apabila hard disk tersebut sama sekali tidak menyala atau bahkan mengakibatkan korslet (short circuit), maka ada kerusakan di elektronik board hard disk tersebut.
 
Biasanya jenis kerusakan dengan tingkat kesulitan tinggi dan memiliki kesempatan recovery yang kecil adalah kerusakan internal komponen, dimana untuk mengambil data dari hard disk tersebut memerlukan donor parts atau komponen pengganti dari hard disk yang kompatibel.
Untuk mengetahui secara pasti jenis kerusakan dan besarnya kemungkinan data recovery, analisa atau evaluasi manual terhadap hard disk tersebut diperlukan. 
Pada dasarnya, external disk adalah hard disk umum yang diberikan interface tambahan agar bisa terkoneksi di komputer lewat konektor luar seperti USB, FireWire, ataupun eSata. Apabila external disk terdeteksi dengan benar di komputer (dengan model number dan kapasitas yang benar), biasanya masalahnya terletak di partition error (software) ataupun hard disk yang sudah mengalami degradasi media seperti bad sector atau IO error. Dalam kasus tertentu, juga bisa disebabkan oleh firmware error dari pabrikan. Tentunya, kemungkinan untuk recovery data cukup tinggi di kasus seperti ini.
 
Namun, apabila yang terdeteksi di komputer hanya model number dan tidak ada informasi lain seperti jenis hard disk dan kapasitas, kemungkinan besar external disk anda mengalami kerusakan fisik atau internal. Yang terbaca di komputer adalah informasi dari “interface” tambahan seperti USB controller-nya saja. Untuk kasus seperti ini, hard disk internal harus dikeluarkan dari external “casing” dan di analisa lebih lanjut untuk mengetahui jenis kerusakan dan kesempatan recovery data anda.
Hard disk terbakar dapat terjadi karena kerusakan PCB (printed circuit board) atau Electronic board yang diakibatnya karena hal-hal seperti:
    • Konektor daya/power yang terbalik waktu pemasangan
    • Korslet atau mati listrik tiba-tiba
    • Arus listrik yang tidak stabil
    • Kerusakan komponen internal PCB​
Pertama, anda disarankan untuk tidak menyalakan kembali hard disk tersebut. Bahkan, hard disk harus dikeluarkan/disconnect dari sistem agar tidak merusak sistem elektronik komponen lainnya dan menjaga agar komponen lain dalam sistem anda tidak rusak.
Biasanya, kerusakan PCB dapat diatasi dengan penggantian PCB baru ataupun dengan servis komponen. Namun, tidak semua kasus memiliki penanganan yang sama karena tidak semua PCB rusak dapat diganti (swap) dengan PCB lain walaupun berasal dari jenis hard disk bahkan model yang sama. Sebab ada kemungkinan kerusakan electronik bukan hanya terdapat di PCB luar tetapi juga dalam komponen elektronik di dalam hard disk. Apabila kerusakan elektronik telah diperbaiki, kemungkinan besar data yang terdapat didalamnya dapat di recover.
Dalam kasus tertentu, anda dapat mengerjakan proses ini sendiri dengan tools atau software yang tersedia. Untuk kasus partisi yang hilang ataupun kerusakan logikal lainnya, anda dapat mencoba menggunakan recovery software. Pastikan anda tidak menginstall dan menjalankan software recovery di media yang rusak, dan tidak menyimpan hasil recovery data tersebut di media yang sama. Untuk hal ini, anda dapat menyambungkan hard disk atau media tersebut di sistem/komputer yang berbeda.
 
Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, anda harus dapat memastikan tidak ada kerusakan lain dalam media tersebut selain dari logical/software.
Tidak ada jaminan 100% data anda dapat diselamatkan secara utuh. Dalam kasus tertentu, kerusakan hard disk/media menyebabkan kerusakan data permanen walaupun hanya sebagian kecil, contohnya pada saat data awal tertimpa (overwritten) dengan data baru. Oleh sebab itu, kami tidak merekomendasikan anda menggunakan hard disk/media yang mengalami kerusakan sedikitpun untuk menjaga integritas data.
 
Setelah kami mengevaluasi media tersebut, kami akan memberikan estimasi kerusakan data serta kemungkinan penyelamatan data anda. Namun, pada sebagian besar kasus, data dapat diselamatkan walaupun ada kemungkinan data yang rusak.
Untuk proses recovery data dari unit NAS, kami perlu mengevaluasi seluruh hard disk yang di install di unit NAS tersebut. Umumnya, kerusakan atau kehilangan data dari NAS disebabkan oleh kerusakan dari salah satu hard disk yang menyebabkan seluruh sistem NAS tidak dapat mendeteksi data atau logical drive yang ada. Kerusakan dapat juga terjadi karena ada kerusakan di operating system atau software dari NAS itu sendiri. Hindari mengutak-atik konfigurasi sistem dari NAS unit apabila anda mengalami kehilangan data/kerusakan di hard disk NAS.
 
Secara garis besar, proses pengembalian data untuk NAS adalah sebagai berikut :
    1. Evaluasi seluruh hard disk yang terdapat di NAS unit untuk mengetahui penyebab kerusakan/kehilangan data
    2. Restorasi dan recovery hard disk NAS yang bermasalah/rusak
    3. Drive (RAID) rebuild dari seluruh hard disk NAS,  untuk dapat mengakses partisi/data yang terdapat di dalam NAS
    4. Data copy ke backup hard disk atau external hard disk yang disediakan   
Biaya untuk recovery dari NAS unit ataupun Server (multiple hard drives) diambil dari biaya kerusakan per unit hard disk ditambah dengan NAS/RAID rebuild fee. 
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami.    
Biaya sangat tergantung dengan jenis kerusakan dan juga kapasitas media. Pada umumnya, semakin besar kapasitas, semakin sulit dan mahal untuk proses pengembalian data. Kategori kerusakan dapat dibagi menjadi 3 kategori umum, yaitu Software, Internal, dan Hardware/Fisik; dengan penjelasan dan contoh kerusakan sebagai berikut
    • Software / Logical
      Kerusakan yang bersifat software atau logical, tidak ada kerusakan fisik atau internal pada hard disk, seperti: partisi hilang, file/folder terhapus akibat virus.
    • Internal / Firmware
      Kerusakan yang bersifat internal namun tidak ada kerusakan fisik langsung, seperti: bad sector akibat media/head lemah, firmware fault, IOError (lambat dalam pengoperasian).
    • Hardware / Fisik
      Kerusakan yang bersifat fisik langsung ataupun elektronik, seperti: korslet (pcb terbakar), hdd mengeluarkan bunyi “click-click” saat dinyalakan, bad sector parah atau  head/component internal yang mati.​
 
Kami tidak mengenakan biaya jika data tidak berhasil diselamatkan, kecuali jika biaya spare part diperlukan ataupun hard disk tersebut telah dikotak-katik sebelumnya hingga tingkat kesulitan menjadi lebih tinggi. Namun, biaya tersebut akan diberitahukan sebelumnya dan disetujui sebelum proses dimulai. Kami tidak akan mengenakan biaya terselubung / hidden fee.
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan cek halaman Jasa Recovery Data Hard Disk kami.
Beberapa faktor yang menyebabkan tingginya harga jasa untuk recovery data :
    • Tingkat kesulitan yang tinggi & rumit
    • Parts ataupun “Donor” hard disk yang sulit di dapat
    • Kondisi media hard disk yang tidak memungkinkan untuk proses pengambilan data dengan cepat
Harga hard disk dapat dikatakan relatif lebih murah karena hard disk adalah produk yang diproduksi dalam jumlah banyak; sedangkan untuk jasa recovery data, teknisi harus menganalisa kerusakan serta menggunakan alat-alat spesialis untuk mengambil data dari hard disk atau media tersebut. Proses pengembalian data bukan sekedar “mencabut” piringan media dan membaca dengan alat khusus seperti CD/DVD disk.
Seringkali, hard disk harus diperbaiki sampai kondisi operasional untuk dapat diambil datanya. Karena begitu banyak jenis dan buatan (manufacturer) dari hard disk, setiap kasus kehilangan data harus ditangani dengan tehnik berbeda untuk memaksimalkan kesempatan pengambilan data. 
Hal ini tentu memerlukan pengalaman, kemampuan, alat-alat spesialis yang mendukung, serta waktu pengerjaan yang bervariatif.
 
Sebagai Data Recovery service provider, kami mengerjakan jasa recovery sendiri (tidak di outsource) dengan menggunakan alat-alat spesialis hardware-software complex untuk dapat mengerjakan berbagai jenis kerusakan mulai dari software, firmware, hingga elektronik dan fisik/hardware. Kami bukan hanya mengerjakan kerusakan yang bersifat software atau hanya menggunakan software tools. Selain alat-alat yang mendukung, kami juga memiliki pengalaman recovery data dari berbagai jenis hard disk mulai dari internal laptop, desktop, external disk, hingga RAID sistem menggunakan SAS drives dari berbagai jenis pembuat (WD, Seagate, Toshiba, dsb). 
Sama seperti harga recovery, kami perlu mengevaluasi media untuk dapat memberikan estimasi pengerjaan recovery data. Pada umumnya, waktu pengerjaan tergantung jenis kerusakan adalah sebagai berikut:
    • Kerusakan Logical atau software : 2 – 4 hari kerja
    • Kerusakan Internal : 3 – 6 hari kerja
    • Kerusakan Hardware : 5 – 14+ hari kerja (tergantung kesediaan spare part bila diperlukan)
 
Kami menyediakan jasa pengerjaan recovery data  priority service untuk kasus yang membutuhkan data dalam waktu cepat. Biaya tambahan untuk priority service akan diberikan setelah konsultasi atau evaluasi media.
Bagi anda yang membutuhkan recovery data namun tidak bisa mengantarkan media/harddisk secara langsung, kami menyarankan untuk menggunakan jasa expedisi yang memiliki reputasi baik seperti jne/tiki/Pos Indonesia dan lainnya.
 
Untuk menjaga keamanan dari segi ketahanan akan benturan/goncangan, anda perlu membungkus media/harddisk dengan bubble wrap atau lapisan pelindung sejenis dengan ketebalan kurang lebih 2-3 cm di setiap sisi. Apabila anda mengirimkan lebih dari 1 unit harddisk, pastikan anda membungkus masing-masing dengan pelindung, bukan dua atau tiga hard disk digabung dan dibungkus. Setelah pelindung, harddisk dapat ditaruh di box/kardus yang keras/tebal dan diberikan pelindung tambahan seperti potongan kertas atau foam di antara harddisk dan sisi kardus agar padat dan tidak ada ruang bergerak bagi harddisk di dalam box/kardus tersebut.
 
Anda juga dapat memilih untuk mengasuransikan media/harddisk via expedisi atau menggunakan opsi untuk tambahan packing kayu.
Jangan lupa untuk menaruh alamat dan data lengkap anda serta label yang jelas pada harddisk anda (apabila anda mengirimkan lebih dari 1 harddisk) agar kami dapat menghubungi anda saat menerima paket harddisk tersebut.
 
Alamat Pengiriman yang lengkap sebagai berikut :
 
Kepada : 
Bang Amin Gadget, 
Jl. Batik Halus No.17, Sukaluyu, 
Kec. Cibeunying Kaler, Kota Bandung, 
Jawa Barat 40123
WhatsApp: 085162886251
Kami bekerja di lingkup tertutup dengan jumlah staf minimal dan kami tidak memberikan media/data kepada siapapun untuk dikerjakan. Data hanya akan digunakan untuk proses recovery (cek integritas files contohnya). Setelah data kami kembalikan kepada anda, salinan atau backup di tempat kami akan segera dimusnahkan dalam waktu maksimal 3-hari atau setelah konfirmasi bahwa anda telah menerima data anda.
 
​Untuk kebutuhan Perjanjian Kerahasiaan & Pelarangan pengungkapan (NDA), silahkan hubungi kami, atau apabila dari pihak anda sudah memiliki dasar NDA/CA juga bisa kami gunakan setelah disepakati bersama. 
 
Bila anda membutuhkan informasi atau pertanyaan lebih lanjut silahkan hubungi kami.
Kami dapat membantu untuk pengecekan awal kerusakan pada memory card (SD/CF/MicroSD dan lainnya) namun saat ini kami masih fokus ke recovery data atau pengembalian data dari media hard disk baik itu dari Komputer PC, Laptop/Notebook, SSD, External, dan Servers/NAS. Kerusakan pada memori card yang bersifat fisik dimana unit tidak terdeteksi sama sekali umumnya adalah kerusakan fisik pada chipset di dalam memori card; dan kami belum bisa mengerjakan perbaikan atau pun pengembalian data dari kerusakan seperti ini.
 
Apabila kerusakan bersifat software atau logical artinya memory card terdeteksi dengan baik namun data hilang akibat terdelete (terhapus), terformat dan sejenis; kami masih dapat membantu untuk proses pengembalian datanya.
Secara umum, harddisk yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki atau tidak layak untuk digunakan kembali secara normal. Walaupun data bisa direcovery dan harddisk bisa digunakan kembali, namun kondisi harddisk biasanya sudah tidak stabil untuk penggunaan normal.
Jadi apabila anda tidak membutuhkan data di dalam harddisk rusak tersebut, lebih baik ditukar dengan yang baru (garansi) atau beli harddisk baru.
 
Kedua, biaya untuk pengerjaan perbaikan harddisk bisa dikatakan sama dengan biaya recovery data dan ini umumnya lebih mahal dibandingkan dengan harga atau biaya pembelian harddisk baru.
Saat ini, kami belum bisa recovery data dari kasus harddisk yang terkena virus ransomware, dimana data atau files dalam harddisk masih ada namun tidak dapat dibuka, dengan ciri biasanya extension name berubah (semula .doc menjadi .doc.xxxx) dan pembuat virus/malware akan memberikan readme notes untuk meminta pembayaran agar data bisa kembali direstore.
 
Intinya, data-data user akan di enkripsi oleh program ransomware ini dan tidak akan bisa dibuka sampai di dekripsi kembali menggunakan key atau password yang hanya diketahui oleh sang pembuat program. Alasannya adalah enkripsi yang dipakai sangat canggih dan tidak dapat di “crack” sembarangan. Ada banyak varian dari virus atau program ransomware ini yang semakin membuat solusi lebih sulit ditemukan.
 
Namun untuk beberapa kasus ransomware yang lama sudah ditemukan solusi atau decryptornya, yang juga di release oleh pembuat antivirus atau antimalware terkemuka seperti kaspersky, mcaffee, dan beberapa perusahaan lainnya. Anda bisa cek sendiri solusi yang tersedia di website seperti nomoreransom.org atau bisa kunjungi website resmi pembuat antivirus diatas.
Kami tidak rekomendasi user untuk mengikuti instruksi sang pembuat ransomware (membayar untuk mengembalikan data anda yang terenkripsi), karena memang tidak ada jaminan akan diberikan solusinya.
 
Yang terpenting adalah untuk tidak format ulang harddisk karena data akan tetap terenkripsi; dan juga untuk menyimpan harddisk di tempat yang aman agar apabila solusi sudah ditemukan untuk kasus anda, integritas data akan tetap terjaga.
Hard disk yang mengalami kerusakan fisik umumnya karena terbentur dan/atau jatuh, memiliki kemungkinan recovery data yang lebih kecil. Hal ini disebabkan karena ada kemungkinan besar kerusakan pada media penyimpanan data. Khususnya apabila harddisk tersebut jatuh atau terbentur dalam posisi sedang menyala (misalnya sedang copy data, harddisk external tidak sengaja tersenggol dan jatuh dr meja/copot dari laptop).
 
Kami butuh evaluasi lebih lanjut dan kemungkinan besar dibutuhkan penggantian parts seperti headstack (alat pembaca media data) untuk bisa meng-akses atau recovery data dari harddisk rusak ini. Maka selain dari pada kemungkinan rusak, kami juga butuh mencari parts pengganti yang cocok dengan harddisk yang rusak. Parts diambil dari harddisk compatible (“donor disk”) yang masih operasional/normal. Namun, penggantian parts juga tidak menjamin data dapat diselamatkan seutuhnya. Ada yang bisa direcovery seluruhnya, ada yang hanya sebagian data, ada juga yang tidak bisa direcovery sama sekali apabila media sudah alami kerusakan.
Hard disk yang sudah dibongkar sendiri umumnya sudah tidak bisa diperbaiki atau diservis kembali, jadi solusi terbaik adalah untuk mengganti dengan harddisk baru. Tidak ada “trick” atau “software” apapun yang bisa memperbaiki harddisk dengan instan (tekan tombol selesai).
 
Perhatian! Tidak semua tutorial yang beredar di Internet (Youtube video, IG dan lainnya) itu valid, benar, terpercaya, dan adalah yang terbaik untuk SEMUA kasus.
 
Apabila data memang penting, awalnya tentu tidak dibongkar dan coba-coba sendiri, kecuali memang sudah pernah berhasil dalam mengerjakan kasus serupa berkali-kali. Jika tetap butuh recovery data dari kami, hard disk tetap perlu dikirim dan kami kerjakan terlebih dahulu, dengan catatan pengerjaan sebagai berikut :
    • Kemungkinan recovery data sudah sangat kecil
    • Apabila berhasil diselamatkan, biaya pengerjaan/recovery data akan lebih tinggi daripada kasus yang sama tanpa dibongkar sendiri (pricelist tidak berlaku)
    • Apabila tidak berhasil, tetap dikenakan biaya pengerjaan awal
    • Harap kirim parts asli sebelum dibongkar (pcb original, label original, dan lainnya)
    • Harap jujur dalam menjawab pertanyaan kami untuk catatan pengerjaan/apa saja yang sudah dilakukan sebelumnya
    • Kami berhak menolak pengecekan ataupun pengerjaan harddisk yang sudah pernah dibongkar-bongkar sebelumnya, khususnya apabila sudah terindikasi kerusakan fatal seperti sudah pindahkan jarum ke “tempat parkir”, media dipegang dengan jari (ada bekas sidik jari), dan lainnya.
Hard disk yang tidak terdeteksi bukan hanya memiliki “badsector” tapi juga kerusakan lain. Apabila hanya mengalami badsector, harddisk umumnya masih terdeteksi dan bisa direcover (selamatkan) datanya, karena semua harddisk pasti akan mengalami “badsector”, dan banyak dari pada harddisk yang ada badsector tetap dapat digunakan seperti biasa, karena badsector dalam jumlah yang umum (masih dalam limit) sudah terantisipasi dan bahkan terdaftar dalam firmware harddisk seiring penggunaan sehingga dalam mekanisme-nya tidak digunakan untuk penyimpanan data. Badsector yang “terlihat” dalam software recovery ataupun diagnostic tools umumnya adalah list yang sudah melebihi kapasitas (terlalu banyak) sehingga termasuk dalam lokasi user data area. Umumnya juga akan terdeteksi via SMART monitoring dan akan mengeluarkan “warning” saat booting komputer/laptop sebagai peringatan kepada user untuk segera mengganti/replace disk.
 
Namun, apabila harddisk sudah tidak terdeteksi, kemungkinan ada kerusakan lain seperti firmware failure, media rusak, alat pembaca rusak, elektronik board rusak, atau bisa juga karena “warning” diatas sudah terlalu lama dibiarkan sehingga hard disk sudah dalam kondisi kritis.
Kami butuh evaluasi harddisk lebih lanjut untuk bisa mengetahui kerusakan dan kemungkinan recovery. Kemungkinan recovery tetap ada namun tergantung dari pada kerusakan ataupun kondisi harddisk yang dimaksud.

Data yang sudah terhapus di CCTV akibat melebihi masa/jangka waktu tidak bisa dikembalikan/recovery karena sudah tertimpa dengan data baru. Misalnya CCTV dengan kapasitas 4TB dengan masa penyimpanan 1 bulan kebelakang, data sebelumnya (misalnya 2 bulan yang lalu) sudah tidak bisa dikembalikan/direcovery.

Pernyataan ini sangat tergantung dari tempat dimana anda menyerahkan harddisk untuk di cek. Berhubung kami tidak tahu apa saja yang sudah dikerjakan oleh tempat sebelumnya (misalnya sudah pernah coba dilakukan penggantian parts dan lainnya), maka kami tidak bisa pastikan kerusakannya.
Namun, apabila memang betul “piringan” sudah tergores atau rusak yang terlihat kasat mata, kemungkinan recovery data bisa dikatakan hampir tidak ada.
 
Apabila tetap mau kami bantu cek, silahkan bawa atau drop harddisk ke lokasi kami, namun untuk harddisk yang sudah pernah dikerjakan sebelumnya, biaya pengecekan atau pengerjaan awal tetap berlaku walaupun data tidak berhasil direcovery.
“Solusi” yang anda harapkan belum tentu sesuai dengan ekspektasi. Harddisk yang tidak terdeteksi bisa karena berbagai kerusakan, bukan hanya karena “PCB”. Jadi mengganti PCB dengan harddisk yang mirip memang belum tentu solusinya.
Kami tetap butuh lakukan pengecekan terlebih dahulu kepada harddisknya untuk mengetahui kerusakan (apakah itu karena “PCB”, atau hal yang lain misalnya firmware rusak, alat baca rusak dan lainnya).
 
Solusi terbaik saat ini apabila harddisk rusak adalah untuk tidak mengutak-atik termasuk ganti PCB dan coba nyalakan karena ini bisa membuat kerusakan semakin parah (dan data tidak bisa diselamatkan). Kecuali apabila data tidak penting, silahkan ganti PCB dan lakukan apapun pada harddisk tersebut, kami tidak menyediakan jasa “servis” atau “perbaikan” harddisk.
 
Hubungi kami untuk lakukan cek awal kerusakan apabila anda butuh datanya (data penting dan mau diselamatkan) dan simpan harddisk di tempat yang aman. 

Saat ini kami belum bisa mengerjakan recovery data dari media seperti Flashdisk ataupun memory card yang sudah tidak terdeteksi, karena umumnya memory hardware nya sudah rusak.
Kami masih fokus di recovery data untuk media harddisk.

Pertanyaan umum yang sering kami temukan dari user yang tiba-tiba mengalami kehilangan data pada Network Drive dari Network Attached Storage unit (NAS) seperti  WD My Cloud, Synology, QNAP, dan lainnya. NAS unit masih menyala normal namun volume data (drive seperti F:\ atau G:\ pada Windows OS) seperti hilang. Ada beberapa hal yang dapat dicoba atau di cek dari sisi user sebagai berikut :
    • Admin atau user dapat coba mengakses web management atau control panel NAS dengan mengakses IP ADDRESS lewat web browser atau menggunakan software bawaan dari NAS; untuk bisa melihat apakah physical harddisk yang ada didalam NAS tersebut masih terdeteksi (berfungsi normal) atau tidak. Pada control panel NAS, umumnya user dapat melihat status kesehatan dari harddisk seperti SMART monitoring untuk melihat apakah harddisk masih dalam keadaan optimal atau sudah mulai rusak (degraded).
    • Apabila NAS unit tidak dapat diakses sama sekali (misalnya tidak bisa mengakses web management via browser), bisa berarti ada kerusakan pada jaringan ataupun unit NAS itu sendiri. Walaupun NAS unit masih menyala namun bukan berarti tidak rusak, mungkin ada bagian seperti memory internal yang corrupt sehingga NAS unit tidak dapat booting dengan normal.
 
Pada kasus seperti ini, kami butuh cek harddisk internal dalam NAS untuk melihat apakah ada kerusakan pada unit harddisk. Apabila ada kerusakan pada harddisk (misalnya harddisk tidak terdeteksi sama sekali atau bahkan tidak menyala sama sekali), berarti kami harus lakukan perbaikan atau restorasi pada unit harddisk dan recover/image data baru coba untuk rebuild RAID (apabila lebih dari 1 disk) untuk dapat meng-akses data didalamnya. Maka untuk recovery pada NAS perlu dilakukan beberapa langkah sebelum kami dapat melihat atau cek datanya, berhubung NAS menggunakan OS sendiri dengan konfigurasi yang beragam (khususnya pada sistem dengan RAID atau hybrid-RAID).
 
Kemungkinan recovery tentu tergantung dari kondisi fisik harddisk yang terdapat didalam NAS tersebut; karena setiap kasus tentu berbeda-beda tergantung dari konfigurasi NAS (RAID) dan juga model/jenis harddisk yang digunakan. Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami.

Kebanyakan kasus memorycard (SDCard, MicroSD, CompactFlash/CF) yang terformat di kamera masih ada kemungkinan untuk recovery selama memorycard tersebut tidak digunakan lagi setelah format, kecuali untuk kasus tertentu seperti terformat di kamera Sony Alpha series – dimana data yang ada akan dihapus total seperti baru sehingga tidak bisa direcover sama sekali.


Konsultasi Gratis via WhatsApp

Klik lanjut WA
Halo,
Chat WA kami untuk
KONSULTASI GRATIS

Tim Recovery Data Indonesia
Khusus Penyelamatan Data di Hp, SSD, Harddisk dan Storage Media

Tim recoveryharddiskcenter.com
Khusus Penyelamatan Data storage Media Internasional

Recovery Data Indonesia

Alat PC3000 Ultimate Portable System
Investasi Alat 500 Juta
Legal Hukum PT dan integritas Alumni ITB, Data Aman.
Owner Alumni ITB
Amin Yahya Zefiansyah Nim ID 13314051
Fisika Teknik / Fakultas Teknologi Industri ITB

WA Konsul 1 0851-7429-9887
WA Konsul 2 0851-7429-4818